Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Sabtu, Juli 20, 2019
Halaman Home » Internasional » Bahaya Perekrutan Mujahidin Cilik oleh ISIS
  • Follow Us!

Bahaya Perekrutan Mujahidin Cilik oleh ISIS 

BERITA JAKARTA, Kasus anak-anak Indonesia ikut dalam pelatihan militer oleh jaringan teroris internasional ISIS menjadi sorotan. Jagat maya dihebohkan dengan video yang diposting kelompok ISIS di mana anak-anak Indonesia sedang mengikuti pelatihan militer di suatu tempat.

Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) meminta pemerintah Indonesia untuk melakukan pecegahan. Komnas PA menyatakan, di jagat maya telah ditemukan sekelompok anak-anak Indonesia yang siap berperang menjadi mujahid cilik dari gerakan ISIS dalam video yang diposting di Youtube.

“Ini harus menjadi perhatian serius semua pihak, kerena apabila tidak segera direspon atau diantisipasi sangat dimungkinkan rekruitmen ‘mujahid cilik’ ini akan cepat meluas. Pemerintah harus segera ambil sikap kongret,” kata Sekretaris Jenderal Komisi Nasional Perlindungan Anak, Samsul Ridwan, di Jakarta, Rabu (18/3/2015).

Menurut Samsul, pemerintah perlu berani dalam melindungi dan memastikan bahwa tidak satupun anak-anak Indonesia menjadi korban eksploitasi organisasi terorisme tersebut. “Jika ingin menunjukkan keperpihakan pada kemajuan dan perlindungan anak di negeri ini, pemerintah Jokowi-JK harus cepat bertindak,” ujar Samsul.

Misalnya, melalui cara menguatkan keluarga rentan, meluruskan makna jihad, meningkatkan peran intelejen, menguatkan forum-forum anak di semua tingkatan, melakukan investigasi dan ‘menyelamatkan anak anak yang sudah menjadi korban.

Apalagi, lanjutnya, aturan internasional dan udang-undang perlindungan anak menurutnya jelas telah mengatur melarang anak dilibatkan dalam angkatan bersenjata atau perang. “Secara internasional (KHA), nasional (UUPA), jelas melarang keras rekruitmen anak untuk angkat senjata sebagai tentara cilik. Sanksinya jelas,” ujar dia.

Video anak-anak Indonesia yang dilatih kelompok ISIS, muncul di jejaring video Youtube. Salah satunya, berjudul “Wahabi ISIS Latih Anak Indonesia Berperang”, yang diposting pada Selasa 17 Maret 2015 kemarin. Dalam video itu, terlihat lebih dari lima orang anak sedang ikut pelatihan militer.

Ada simbol atau lambang bendera ISIS di background tempat latihan militer yang melibatkan anak-anak ini. Para bocah terlihat mengenakan seragam militer sambil menenteng senapa sejenis AK-47. Anak-anak dilatih agar trampil menggunakan senapan serbu ini.

Dalam wawancara di video tersebut, seorang anak berbahasa Indonesia mengaku dapat mengoperasikan senjata itu. “Menembak bisa?,” ujar suara seorang pria bertanya kepada seorang anak kecil yang ikut pelatihan militer ini.(Thioman)

Comments

comments