Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Jumat, Juli 19, 2019
Halaman Home » Pendidikan » Cegah Kekerasan Terhadap Anak, Libatkan Guru Dalam Menyelenggarakan MOS
  • Follow Us!

Cegah Kekerasan Terhadap Anak, Libatkan Guru Dalam Menyelenggarakan MOS 

BERITA JAKARTA – Masa orientasi siswa (MOS) dapat membuka kesempatan terjadinya tindak kekerasan terhadap pelajar di sekolah bila keterlibatan guru ditiadakan, kata pendiri Yayasan Semai Jiwa Amini (SEJIWA) Diena Haryana. 

“MOS yang baik adalah tidak memberikan seluruh otoritas kepada senior untuk bertanggungjawab atas kegiatan itu,” ujar Diena usai diskusi publik Stop Kekerasan dan Ciptakan Sekolah Ramah Anak di Lembaga Bantuan Hukum Jakarta, Sabtu (14/3/2015). 

Diena melanjutkan, MOS kerap menjadi ajang “balas dendam” dari senior kepada junior yang berujung kepada terjadinya tindak kekerasan di sekolah, baik itu dari segi mental maupun secara fisik. 

Menurut Diena, ajang MOS harus melibatkan guru dan pihak sekolah. Mereka bertugas membuat penyambutan untuk murid baru sehingga mereka merasa diterima dengan baik di lingkungan sekolah tersebut. 

Masih kata dia, MOS idealnya berfungsi membuat anak mengenal lebih dekat sekolah baru, bukan membuat anak dirundung stres karena dikerjai senior. 

Permainan-permainan menyenangkan yang merangsang kemampuan anak untuk bekerjasama dengan teman-temannya juga diperlukan dalam kegiatan orientasi siswa baru.  “Anak harus merasa mereka adalah anggota baru yang diterima,” tandasnya. (Ant)

Comments

comments